• atdikbangkok.com
  • atdikbangkok.com
  • atdikbangkok.com
  • atdikbangkok.com
  • atdikbangkok.com
  • atdikbangkok.com
  • atdikbangkok.com

Newsflash

Paparan Atase Pendidikan KBRI Bangkok untuk Mahasiswa Indonesia di Thailand sebagai bahan untuk meningkatkan Capacity Buildin, klik disini

 

 Strategi Pengembangan Bahasa Indonesia di Luar Negeri,secara mendalam dijabarkan dalam paparan dibawah ini dengan meng KLIK ini

 
 Presentation about “Creative and Innovation Education Programs”, at Burapha University, Ban Saen, Thailand

Presentation about “Creative and Innovation Education Programs”, at Burapha University, Thailand for Human Resources Development (HRD) Doctor degree programme, can KLIK HERE

 
Presentation; “Progress and Implementation Collaboration Between Indonesia and Thailand on Education Year 2008″, by Education Attache,  Embassy of The Republic of Indonesia, Bangkok, Thailand

Presentation; “Progress and Implementation Collaboration Between Indonesia and Thailand on Education Year 2008″, by Education Attache, Embassy of The Republic of Indonesia, Bangkok, Thailand can KLIK HERE

 

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Statistics

15,411Visitors:
13Visitors today:
53Visitors yesterday:
32.16Visitors per day: Ø
25,694Page views:
18Page views today:
73Page views yesterday:
53.62Page views per day: Ø
1.67Page views per visitor: Ø
Members: 647
News: 93
Web Links: 43

FOR DOWNLOAD PAMPHLET
 
   
 

Welcome to Indonesian Students and Scholars in Thailand

 The demands of the globalization era have placed information as a very influencing resource. This globalization context is also unavoidable in the development of the national education policy that must be understood by university students, abroad scholars and Indonesian society in Thailand.

With the increasing number of university students, Indonesian scholars in Thailand and other ASEAN countries, the Division of the Attaché of Education at the Indonesian Embassy in Bangkok, Thailand, endeavors to provide actual services, administration, and consultation in the field of education as best as possible. The administration services include the report of the carrying out of the duty of students, scholars in Thailand, and Indonesian society, reporting students’ progress and the accomplishment of their study in Thailand

To respond to the globalization challenge and prepare for the ASEAN Community in the year of 2015, the site atdikbangkok.com is aimed at supporting the official site of the Indonesian Embassy in Bangkok, kbri-bangkok.com, that provides education information for the society, university students, and Indonesian scholars in Thailand, that is later on able to give positive contributions in changing the behavior of people’s development that is filled with science, technology, and arts.
My wish for good luck in every step we take. Amen.

                                                                                        Attaché of Education, Indonesian Embassy in Bangkok, Thailand

                                                                                        Prof. Dr. Ir. Didik Sulistyanto
                                                                                        NIP.131 792 232

Hasil The 2nd Meeting on Student Mobility & Credit Tranfer in Malaysia-Indonesia-Thailand,14-17 Oct.

Pelaksanaan dan Tindak Lanjut “The 2nd Meeting on Student Mobility and Credit Transfer Programme in Malaysia-Indonesia-Thailand”, Bangkok, 14-16 Oktober 2009

 

Hasil “Laporan Pelaksanaan dan Tindak Lanjut “The 2nd Meeting on Student Mobility and Credit Transfer Programme in Malaysia-Indonesia-Thailand”, Bangkok, 14-16 Oktober 2009, yaitu:  

Pertemuan “The 2nd Meeting on Student Mobility and Credit Transfer Programme in Malaysia-Indonesia-Thailand”, dihadiri oleh 31 orang delegasi dari Indonesia, yaitu Direktur Akademik, Dikti, Dekan Fakultas Pertanian, Ekonomi, Bahasa dan Seni, Pariwisata, dari IPB, UNSRI, UNEJ, UGM, UNS, UNAND, UNHAS, Univ. Jambi, USU, UPI, UBINUS, UI, Univ. Achmad Dahlan, Univ. Maranatha, Rektor ISI Denpasar, 5 (lima) Universitas dari Thailand, 6 (enam) Universitas dari Malaysia, Direktur SEAMEO RIHED, Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, dan Komisi Pendidikan Tinggi Thailand. 

Pertemuan dibuka oleh Prof. Dr. Supachai Yavaprabhas, Direktur SEAMEO RIHED, Presentasi dari Asst. Prof. Voravan Limtong, Executive Director UMAP, dilanjutkan dengan Dr. Illah Sailah, Direktur Akademik, Dikti, Prof. Hassan Basri, wakil dari Malaysia, Dr. Syed Alwee Alsagoff, Direktur Education Marketing, Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, serta Dr. Chantavit Sujatanond, Deputy Sesjen Komisi Pendidikan Tinggi Thailand. 

Tujuan pertemuan adalah (a) menyiapkan mahasiswa untuk mengikuti program Student Mobility and Credit Transfer Programme in Malaysia-Indonesia-Thailand dari 5 (lima) bidang ilmu, (b) meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kerjasama antar Universitas di 3 (tiga) negara, (c) mempercepat proses World Class University (WCU), (d) meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di perguruan tinggi se ASEAN, serta (e) mempersiapkan Indonesia dalam ASEAN Community 2015, 

 Kegiatan selama pertemuan meliputi (a) presentasi dari Direktur SEAMEO RIHED, (b) presentasi dari UMAP, (c) presentasi dari Direktur Akademik Dikti dan delegasi dari Malaysia, (d) presentasi dari Komisi Pendidikan Tinggi Thailand, (e) membuat action plan untuk mobility dan transfer kredit mahasiswa S1 dari 5 (lima) bidang ilmu di Malaysia-Indonesia-Thailand, (e) menyiapkan jumlah mahasiswa yang akan mengikuti program mobility dan transfer kredit mahasiswa S1 dari 5 (lima) bidang ilmu di Malaysia-Indonesia-Thailand pada awal tahun 2010, serta (f) membuat komitmen dan kesapakatan bersama untuk mensukseskan program pilot project ini. 

 Program yang dikembangkan untuk pilot project “Student Mobility and Credit Transfer Programme in Malaysia-Indonesia-Thailand”, meliputi: (a) Agriculture, (b) Language and Culture, (c) Hospitality and Tourisms, (d) International Business, dan (e) Food Science and Technology untuk program mahasiswa S1. Beasiswa yang akan disiapkan untuk program ini berasal dari beasiswa Dharmasiswa, Beasiswa Unggulan BPKLN, serta Beasiswa Dikti, Depdiknas untuk tahun 2010. 

 Tindak lanjut aktifitas pertemuan “The 2nd Meeting on Student Mobility and Credit Transfer Programme in Malaysia-Indonesia-Thailand”, adalah (a) Mengadakan pertemuan “The 3rd Meeting on Student Mobility and Credit Transfer Programme in Malaysia-Indonesia-Thailand”, di DIKTI, Jakarta pada tanggal 7-9 Nopember 2009, serta (b) menyiapkan untuk di launching pada SEAMEC Conference di Cebu, Philiphina, 23-25 Januari 2010 mendatang oleh 3 (tiga) Menteri Pendidikan dari Indonesia-Malaysia-Thailand.  

Kesimpulan dan Pengamatan 

 Komitmen yang sangat kuat telah terjalin antara Pendidikan Tinggi Indonesia-Malaysia-Thailand dalam mensukseskan pilot project Student Mobility and Credit Transfer Programme pada 5 (lima) bidang ilmu di Malaysia-Indonesia-Thailand tahun 2010. 

 Bapak Dubes RI untuk Kerajaan Thailand sangat mendukung dan memfasilitasi program Student Mobility and Credit Transfer Programme in Malaysia-Indonesia-Thailand dalam proses persiapan dan pelaksanaannya.  

 Kegiatan yang sangat positif untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa S1 atau bachelor se ASEAN serta mempercepat proses ASEAN Community 2015  

Last Updated ( Thursday, 22 October 2009 )
 
Hasil Lomba Pidato Bhs Indonesia Untuk Warga Thai di Hat Yai, 9-10 Oktober 2009

Hasil Kegiatan Lomba Pidato Bahasa Indonesia Untuk Warga Thai dalam rangka Perayaan 64 Tahun Kemerdekaan RI. dan Sumpah Pemuda ke 81 di Hat Yai, Thailand Selatan, 9-10 Oktober 2009

Hasil kegiatan Lomba Pidato Bahasa Indonesia untuk Warga Thai Tahun 2009. Tujuan dari Kontes Pidato Bahasa Indonesia yang Pertama Untuk Warga Thai Tahun 2009, ini adalah:(1)  Meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Thailand,(2)  Menyiapkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa ASEAN dan Dunia,(3)  Meningkatkan jumlah warga Thailand yang menguasai bahasa Indonesia yang nantinya sebagai patner dari Thai untuk Indonesia dalam rangka meningkatkan investasi, ekonomi, pariwisata, pendidikan, kebudayaan dan IPTEKS antara kedua belah pihak.          

Kegiatan Lomba Pidato Bahasa Indonesia untuk Warga Thai ini dilakukan dalam dua tahap seleksi, yaitu tahap seleksi untuk Thailand Selatan dan Thailand Utara serta Bangkok.  Pada tanggal 9-10 Oktober 2009 seleksi untuk daerah Thailand Selatan, yang terdiri dari Propinsi Yala, Pattani, Satun, Narathiwat, Songkhla dan Nakhon Si Thamarrat. Lomba Pidato dilaksanakan kerjasama antara KBRI Bangkok dengan dan Konsulat RI. Songkhla.  Lomba Pidato di Thailand Selatan diikuti oleh 42 peserta, yang terdiri dari 23 peserta pada tingkat Pemula/Beginner dan 19 peserta pada tingkat Atas/Advanced, yang dihadiri 200 undangan yang terdiri dari warga masyarakat dari 5 (lima) propinsi Thailand Selatan, Khun Methi N. Nakhon,wakil Gubernur Propinsi Songkhla, Thailand Selatan, M. Rizki Safari, KUAI KRI Songkhla, Major Jenderal Benjarong Charoenpol, Komandan Camp Militer Senarong, H. Aziz Phitakkumpol, Ketua Majelis Ulama propinsi Songkhla, dan H. Hasan Haji Maezen, Universitas Pattani. 
Pemenang Lomba Pidato bahasa Indonesia untuk warga Thai Tahun 2009 untuk Thailand Selatan, ini adalah sebagai berikut: Tingkat
Pemula/Beginner: Juara pertama Nadia Yansingor, Nilai 92 (Propinsi Pattani), juara kedua. Suraya Japakiya, Nilai 91 (Propinsi Yala) dan Juara ketiga Hana U-Seng, Nilai 84 (Propinsi Pattani). Sedangkan Juara Harapan 1 adalah Ruslawati Baiteh , Nilai 77 (Propinsi Pattani), Juara Harapan kedua Annasru Ceh-a-wae, Nilai 76 (Wittaya, Pattani) dan juara harapan ketiga Haswan Hajina, Nilai 74.  
Tingkat Atas/ Advanced: Juara pertama Daniya Waedeng, Nilai 95 (Propinsi Pattani) Juara kedua Mamu Daedah, Nilai 93 (Propinsi Pattani) dan Juara ketiga Tahera Mujiddin, Nilai 92 (Wittaya, Pattani). Sedangkan Juara Harapan 1 adalah Chehasmuloh Chemama , Nilai 89 (Propinsi Pattani), Juara Harapan kedua Hisam Radeng, Nilai 88 (Wailalak) dan juara harapan ketiga Rosen Sunloh, Nilai 87 (Propinsi Songkhla).  
Pelaksanaan lomba di KBRI Bangkok untuk warga Thailand Utara dan tengah akan dilaksanakan pada awal bulan Nopember 2009, sedangkan para pemenang dari Thailand Selatan akan digabungkan dengan pemenang dari Bangkok. Juara pertama untuk tingkat pemula dan atas adalah tiket Bangkok-Denpasar pp., hotel di Denpasar Bali selama 4 hari dan uang saku; juara kedua tiket Bangkok- Medan pp., hotel di Yogjakarta selama 3 hari dengan uang saku serta juara ketiga tiket Bangkok-Yogjakarta pp., hotel di Yogjakarta selama 3 hari dengan uang saku dan untuk juara harapan tingkat pemula dan lanjutan berupa hadiah hiburan dari KBRI Bangkok.   
Last Updated ( Thursday, 29 October 2009 )
 
Sustainability Conference on National Food, Energy, adn Environtmental, 21-22 Auguts 2009, Bangkok

  

  

BACKGROUND

In the 21 century, Agriculture, which provides for the most basic of human needs - food - has and will continue to undergo substantial changes. Increasing production of cash crops, trade in agricultural products, higher awareness of  food - borne disease and quality standards, climate change, changes in tastes and references in the developing countries, increased demand for biofuels, and many other changes all pose a challenge for the Asian and the Greater Mekong Subregion .

Agricultural production, consumption, and related trade have long been the key contributors to the economies of the Asian and the Greater Mekong Subregion . Agriculture employs about two thirds of the subregional working population 78 percent in Lao PDR, 75 percent in Cambodia, 69 percent in Vietnam, and about 50 percent in Thailand. Thus, agriculture is an essential part of the overall Asian and the Greater Mekong Subregion Economic Cooperation Program to accelerate cross-border and regional cooperation and integration for economic growth and poverty reduction.

However, there is growing concern about balancing between energy production and  food security  in  the affected region. Over the last 15 years the region experienced a high level of economic growth. Maintaining such growth could be hampered by various factors including limited energy supply. The energy supply for the 74 million people in the regarded region is insecure. Thus the broader use of renewable energy sources , especially bioenergy, is seen as an innovative and important option to provide energy and heat to various sectors. Under these circumstances, if  not  properly managed, the expansion of biofuel production could impair valuable ecosystems, also those that support an important part of the world's food production and biodiversity. Existing policies do not sufficiently take into account the balanced development of biofuels and
enhanced food safety.

Consequently, in collaboration among Mahidol University by the Cardiovascular and Metabolic Center Ramathibodi Hospital, Royal Institute and Bank of Agriculture and Agricultural Cooperatives, the “National Food, Energy and Environmental Sustainability    Conference” is organized, which will take place during August 21 - 22, 2009 in Bangkok , Thailand

Main objectives 

·  To identify, design, anddisseminate rural community – friendly national and institutional policy environments and regulatory frameworks that strengthen equitable trading, food safety standards, use of environmentally sound and cost-competitive bioenergy on a sustainable basis, andenvironmental sustainability.

·  To design, enhance, and establish appropriate and equitable agricultural trading models among participating countries.

·  To enhance and disseminate food safety standards at a regional level.

·  To identify, design, disseminate and replicate innovative agricultural production models that take into account the use of bioenergy and environmental sustainability.

GOAL!

Development of food safety, bioenergy, and environmental management processes in order to enhance income growth and quality of life in the Greater Mekong Subregion

Last Updated ( Thursday, 22 October 2009 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Results 1 - 4 of 36