| |
Welcome to Indonesian Students and Scholars in Thailand
The demands of the globalization era have placed information as a very influencing resource. This globalization context is also unavoidable in the development of the national education policy that must be understood by university students, abroad scholars and Indonesian society in Thailand.
With the increasing number of university students, Indonesian scholars in Thailand and other ASEAN countries, the Division of the Attaché of Education at the Indonesian Embassy in Bangkok, Thailand, endeavors to provide actual services, administration, and consultation in the field of education as best as possible. The administration services include the report of the carrying out of the duty of students, scholars in Thailand, and Indonesian society, reporting students’ progress and the accomplishment of their study in Thailand
To respond to the globalization challenge and prepare for the ASEAN Community in the year of 2015, the site atdikbangkok.com is aimed at supporting the official site of the Indonesian Embassy in Bangkok, that provides education information for the society, university students, and Indonesian scholars in Thailand, that is later on able to give positive contributions in changing the behavior of people’s development that is filled with science, technology, and arts.
My wish for good luck in every step we take. Amen.
Attaché of Education, Indonesian Embassy in Bangkok, Thailand
Prof. Dr. Ir. Didik Sulistyanto
NIP.131 792 232
|
Pemberian Award Seameo-Jasper Tahun 2012 di HOM SEAMEO ke 34, Bangkok, 18 Jan 2012 |
|
Pemberian Award Seameo-Jasper Tahun 2012 di HOM SEAMEO ke 34, Hotel Grand Millenium, Bangkok, 18 Jan 2012 Pemenang Hadian dari SEAMEO JASPER Award 2012 dari Indonesia yaitu Ms. Ancilla Yinny Sakanti Irwan, peneliti dari Fak. Psikologi, Universitas Katholik Atmajaya, Jakarta dengan judul penelitian: "Improving School readiness through Early Childhood Education in Rural Areas in Indonesia", yang didamping Ketua Delri HOM SEAMEO ke 34, Bpk. Bambang Indriyanto dan Atase Pendidikan RI. di Hotel Grand Millenium, Bangkok, Thailand pada 18 januari 2012.
|
|
Last Updated ( Thursday, 26 January 2012 )
|
|
|
Pertemuan 34th High Official Meeting SEAMEO, 17-20 Januari 201, Hotel Grand Millenium, Bangkok |
|
Pertemuan 34th High Official Meeting SEAMEO, 17-20 Januari 201, Hotel Grand Millenium, Bangkok, Thailand Pertemuan 34th SEAMEO HOM Plenary Session dilaksanakan di Bangkok, Thailand, pada tanggal 18 Januari 2012. Bertindak sebagai Chair pertemuan adalah Brunei Darussalam. Pertemuan dihadiri oleh 137 peserta yang merupakan perwakilan dari sembilan negara anggota SEAMEO, lima anggota Associate, dua anggota Affiliate, ASEAN Secretariat, UNESCO Asia and Pacific Regional Bureau for Education, UNICEF EAPRO, Kementerian Pendidikan Jepang, Asia Development Bank, Korean Education Development Institute, SEAMEO Regional Centres, Network, dan SEAMEO Secretariat. Indonesia pada pertemuan ini dipimpin oleh Kepala Pusat Penelitian dan Kebijakan, Balitbang, Dr. Bambang Indriyanto. Anggota DelRI adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Mustaghfirin, MBA.; Atase Pendidikan Indonesia di Bangkok, Prof. Dr. Didik Sulistyanto; Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri, Wahdi S. A. Yudhi, Ph.D.; Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Setditjen Dikdas, Ir. Sri Renani; Kepala Sub Direktorat Kelembagaan dan Peserta Didik Dit Pembinaan SD, Elvira, SH; Kepala Sub Bagian Kerjasama Regional dan Multilateral Biro PKLN, serta satu orang staf dari Biro PKLN. Hadir pula sebagai observer adalah perwakilan dari Kementerian Luar Negeri. Hasil Pertemuan: Secara umum pertemuan 34th SEAMEO HOM Plenary Session berjalan lancar. Dalam pertemuan tersebut pesan Menteri Pendidikan Thailand dalam sesi pembukaan yang patut menjadi catatan adalah pentingnya negara anggota SEAMEO untuk mengedepankan pendidikan dalam usaha penanggulangan bencana untuk mencegah tingginya jumlah korban jiwa dan harta. Pendidikan dalam bidang manajemen penanggulangan bencana merupakan isu bersama dan diharapkan seluruh SEAMEO Centre dapat bekerjasama untuk saling berbagi keahlian dan memberikan kontribusi nyata. Peneliti Indonesia, Ancilia Yinny Sakanti Irwan, dari Fakultas Pyschology, Universitas Katolik Atma Jaya, Indonesia meraih SEAMEO JASPER Research Award dengan penelitiannya yang berjudul “Improving School Readiness through Early Childhood Education in Rural Areas of Indonesia”. Beberapa Kesepakatan maupun catatan sesi Plenary Session yang terkait dengan Indonesia meliputi: (a) Pada pembahasan Working Paper (WP) 11 “Report on the SEAMEO Community Involvement Programme in FY2010/2011” dilaporkan bahwa SEAMEO BIOTROP, SEAMEO QITEP in Science dan SEAMEO SEAMOLEC telah berperan secara aktif dalam Community Involvement Programme tahun 2010/2011. (b) Dengan disepakatinya Working Paper (WP) 17 “SEAMEO RIHED’s Progress Report on the M-I-T iAward” Malaysia, Thailand, dan Indonesia diharapkan untuk dapat menanggung biaya perjalanan internasional dan per diem dari 5 assessors yang ditunjuk untuk enadi tim penilai. (c) Pada pembahasan Working Paper (WP) 24 ”Report on Reaching the Unreached 2: Regional Meeting of Southeast Asian Countries to Accelerate the Attainment of Education For All Goals” Indonesia berkesempatan untuk melaporkan program dan kegiatan Indonesia terkait Project 8: Inter-country schooling programme for stateless and undocumented children dan Project 10: Education in emergencies and disaster preparedness.   |
|
Last Updated ( Tuesday, 24 January 2012 )
|
|
|
Rencana Besar Menteri Pendidikan Thailand |
|
RENCANA BESAR MENTERI PENDIDIKAN THAILAND Pendidikan di Thailand sudah siap untuk menjalani sebuah kesempatan besar jika saja kebijakan Menteri Pendidikan Thailand Woravat Auapinyakul untuk mempersiapkan warga Thailand untuk menghadapi Asean Economic Community dijalankan secara penuh. Baru-baru ini, Kementerian Pendidikan Thailand meluncurkan sebuah kampanye berjudul “English Speaking Year” dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan warga Thailand akan pembelajaran menggunakan bahasa Inggris. Tercatat, sebanyak 2 milyar orang , atau sekitar satu pertiga dari seluruh populasi dunia, menggunakan bahasa Inggris sebagai media komunikasi utama. Untuk tahun kademik selanjutnya, Menteri Pendidikan Thailand mewajibkan guru dan pelajar untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris di sekolah mereka selama sehari penuh, satu hari dalam seminggu. Menurut Menteri Pendidikan, warga Thailand jarang berbahasa Inggris bukan karena mereka tidak mengerti bahasa Inggris, namun mereka segan untuk menggunakan bahasa Inggris baik kepada sesama warga Thailand maupun warga asing yang berada di Thailand. Dikhawatirkan, bila nantinya warga Thailand tidak siap untuk menjadi bagian dari Asean Economic Community, populasi di Thailand hanya akan menjadi budak ekonomi negara-negara anggota Asean lainnya. Selain bahasa Inggris, Office of Non-Formal and Informal Education (NFE) telah mempersiapkan penyiaran materi belajar yang berhubungan dengan bahasa Vietnam dan bahasa Indonesia melalui saluran radio FM 92 megaherts dan AM 11616 kilohertz, juga siaran satelit R31 yang disiarkan diantara pukul 7.30 hingga pukul 8.00 pagi Dr. Anek Permwongseni, Sekjen Office of the Education Council (OEC), mengatakan bahwa wakil-wakil dari universitas negeri dan swasta telah melakukan pertemuan membahas strategi untuk mempersiapkan pendidikan Thailand dalam menghadapi Asean Economic Community. Menteri Pendidikan berharap Kementerian Pendidikan dapat merekonstruksi ulang program akademik di sekolah untuk mendorong dan membantu pelajar menentukan bidang apa yang ingin mereka dalami sejak usia dini. Menteri Pendidikan berambisi besar dan yakin bahwa perubahan kurikulum dapat menguntungkan dalam pasar tenaga kerja, bukan hanya untuk Thailand, tapi juga untuk seluruh negara-negara anggota Asean, dan strategi-strategi baru untuk Kementerian Pendidikan dalam melaksanakan tugas tersebut sudah dikonsepkan. |
|
Last Updated ( Monday, 23 January 2012 )
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 1 - 4 of 98 |
|
|