|
 Prof. Dr. Didik Sulistyanto, Atase Pendidikan bersama dengan Bpk. Hariyadi Supardi, Atase Riset (sebagai perwakilan Satgas KBRI) serta Bpk. Suargana, Sekretaris Pertama Pensosbud telah melaksanakan diseminasi informasi mengenai situasi keamanan di Bangkok kepada mahasiswa dan karyasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar propinsi Bangkok dan sekitarnya pada tanggal 26-27 April 2010.
Diseminasi informasi tersebut dilakukan di tiga tempat yaitu King’s Mongkut University of Technology Thonburi (KMUTT) di Provinsi Thonburi, Asian Institute of Technology (AIT) di Provinsi Pathumthani, dan Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT) di Provinsi Thanyaburi. Format pertemuan adalah pertemuan informal yang diawali dengan paparan dari Tim KBRI Bangkok, tanya jawab dan makan siang bersama. Pertemuan di KMUTT propinsi Thonburi dilaksanakan pada Senin, 26 April 2010 pada pukul 10.00 – 12.00. Jumlah mahasiswa dan karyasiswa yang hadir sebanyak 13 orang. Selain membahas perkembangan situasi keamanan di Bangkok, strategi pengamanan mahasiswa bila terjadi kerusuhan, sarana transportasi bagi mahasiswa yang aman pada saat pemberlakuan status darurat, masalah pendidikan dan permasalah belajar, mahasiswa juga memanfaatkan forum tersebut untuk mengangkat administrasi beasiswa, serta meminta bantuan dukungan KBRI Bangkok untuk kelancaran belajar serta keamanan para mahasiswa. Pertemuan di AIT propinsi Pathumthani juga dilaksanakan pada Senin, 26 April 2010 pada pukul 15.00 – 17.00. Jumlah mahasiswa dan karyasiswa yang hadir sebanyak 65 (enam puluh lima) orang. Isu yang mengemuka pada pertemuan di AIT adalah perkembangan situasi keamanan di Bangkok, strategi pengamanan mahasiswa dan karyasiswa bila terjadi kerusuhan, sarana transportasi bagi mahasiswa dan karyasiswa yang aman pada saat pemberlakuan status darurat, masalah pendidikan dan study, dan masalah kekonsuleran/imigrasi mahasiswa dan karyasiswa (paspor dan visa). Pertemuan di RMUTT propinsi Thanyaburi dilaksanakan pada Selasa, 27 April 2010 pada pukul 10.00-12.00. Jumlah mahasiswa yang hadir sebanyak 7 orang. Isu yang banyak mendapat perhatian selain perkembangan situasi keamanan di Bangkok strategi pengamanan mahasiswa bila terjadi kerusuhan, masalah pendidikan dan study, sarana transportasi bagi mahasiswa yang aman pada saat pemberlakuan status darurat Selama kunjungan kerja Tim KBRI ke beberapa beberapa universitas diluar propinsi Bangkok yaitu di propinsi Thonburi, Pathumthani dan Thanyaburi kondisi semua mahasiswa dan karyasiswa dalam keadaan aman dan tidak ada permasalahan berkaitan dengan situasi Bangkok dan sekitarnya yang kurang kondusif Kesimpulan dan Pengamatan Kegiatan diseminasi dan sosialisasi keamanan di Bangkok dan sekitarnya kepada mahasiswa dan karyasiswa Indonesia di Thailand sangat penting dan berdampak sangat bagus bagi mahasiswa dan karyasiswa Indonesia menghadapi situasi kota Bangkok dan sekitarnya yang kurang kondusif saat ini Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik di Indonesia bahwa KBRI Bangkok aktif melakukan perlindungan WNI khususnya mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Thailand, kegiatan tersebut sudah kami muat dalam website resmi KBRI Bangkok dan Atase Pendidikan KBRI Bangkok. Mahasiswa dan karyasiswa Indonesia yang berada di Thailand dalam keadaan aman dan tidak ada permasalahan berkaitan dengan situasi Bangkok dan sekitarnya yang kurang kondusif   
|